sakit kepala saat hamil

Hubungi Dokter jika Terjadi Hal Berikut saat Anda Hamil!

Banyak hal bisa terjadi semasa kehamilan. Anda tentunya harus menjaga kondisi tubuh sebaik mungkin agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Bila Anda menyadari ada ketidaknormalan dalam tubuh saat hamil, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tidak hanya itu, berikut adalah keadaan-keadaan penting di mana Anda harus segera menghubungi dokter saat hamil!

1. Flek dan Perdarahan

Sekitar 25 persen wanita hamil mengeluarkan darah, baik itu hanya flek atau lebih banyak lagi. Itu terjadi pada 13 minggu pertama kehamilan. Meski begitu, lebih dari setengahnya melahirkan bayi yang sehat.

Keluarnya darah (terutama jika disertai kram perut) bisa merupakan gejala keguguran. Namun bisa jadi karena alasan lain. Umumnya, terkait dengan penempelan telur di dinding rahim, polip serviks ringan, atau akibat bercinta. Bisa juga karena hilangnya lendir serviks di awal persalinan. Apapun yang terjadi, segera hubungi dokter.

2. Sakit Kepala Parah

Jika sakit kepala parah disertai rasa akan segera pingsan, pusing, atau pandangan buram, segera hubungi dokter. Segera cari tempat yang nyaman jika merasa akan pingsan, dan minta seseorang menemani. Usahakan minum, karena bisa jadi itu tanda Anda mengalami dehidrasi.

Jika ini terjadi pada trimester ke tiga, hati-hati. Sakit kepala bisa menjadi tanda preeklamsia, kondisi yang ditandai dengan naiknya tekanan darah.

3. Sering Berkemih dan Terasa Sakit

Sakit saat buang air kecil adalah gejala infeksi kandung kemih. Banyak wanita mengalaminya, dan pasti terasa sangat tak nyaman untuk ibu hamil. Segera hubungi dokter untuk mencegah komplikasi.

Jika ada cairan yang banyak keluar, pastikan apakah itu air ketuban. Jika itu terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu, hal itu bisa memicu kelahiran prematur atau menandakan terjadinya infeksi uterus.

4.Sakit pada Panggul

Banyak calon ibu merasakan nyeri panggul selama kehamilan. Hati-hati jika Anda mengalami nyeri parah dan berkelanjutan, tidak sekedar rasa ditusuk-tusuk atau sakit ringan. Waspadalah jika sakit tak reda meski sudah melakukan peregangan, minum air, atau beristirahat. Apalagi jika kondisi tersebut disertai demam.

5. Muntah Tiada Henti

Waspada jika mual terasa luar biasa, muntah lebih dari sekali sehari, apalagi jika diiringi demam dan kesakitan. Kemungkinan Anda mengalami morning sickness parah yang butuh pengobatan. Dokter akan membantu ibu agar kembali merasa nyaman dan bisa makan.

6. Badan Dingin atau Demam Tinggi 

Demam tinggi pada kehamilan bisa menyebabkan keguguran. Sebab, janin membutuhkan suhu tubuh yang stabil dan sehat selama kehamilan, yakni sekitar 37-39 derajat Celcius.

Jika hal ini terjadi di usia kehamilan yang cukup tua, tingginya suhu badan tak akan telalu mempengaruhi bayi. Namun itu bisa jadi tanda adanya infeksi atau masalah lain.

7.Banyak Keluar Cairan Encer

Jika perut sudah menurun, keluarnya cairan seperti itu berarti pecahnya ketuban. Anda harus segera ke rumah sakit. Tetapi jika itu terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu, segera ke dokter. Bisa jadi itu adalah tanda bayi akan lahir prematur.

8.Bengkak Mendadak

Menghubungi dokter saat hamil juga harus segera dilakukan jika tangan dan wajah bengkak mendadak. Terutama di trimester kedua dan ketiga. Bisa jadi, ada sesuatu yang tak normal. Karena normalnya wanita hamil menahan air dan meningkat tekanan darahnya hanya sebesar 30-50 persen.

Bengkak mendadak itu bisa merupakan tanda preeklamsia atau tekanan darah tinggi yang diakibatkan kehamilan. Hal ini bisa memicu komplikasi serius apalagi jika diiringi dengan kaburnya penglihatan.

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas saat hamil, segera hubungi dokter.

Read More
disleksia pada anak

Mengenal Disleksia pada Anak

Ada momen-momen di masa sekolah anak yang membuat orang tua resah. Misalnya, saat prestasi anjlok. Sayangnya, banyak orang tua dan guru yang terlambat menyadari permasalahan yang dihadapi anaknya dan membuat si anak terperangkap dalam situasi stres dan depresi. Anak yang tidak kunjung lancar membaca, misalnya, bisa mendapat labeling “bodoh” dan sebagainya. Padahal, bisa saja anak itu mengidap disklesia.

Berasal dari bahasa Yunani, yang berarti kesulitan berbahasa, disklesia diteliti pertama kali pada 1896. Saat itu, Dokter Pringle Morgan dalam British Medical Journal menulis tentang Percy, anak laki-laki 14 tahun, yang pandai dan tidak memiliki kekurangan apa pun dari temannya, tapi tidak bisa membaca. Dia bahkan mengeja namanya sendiri dengan “Precy”.

Hingga kini, disleksia merupakan gangguan belajar yang paling sering terjadi, yaitu sekitar 80 persen dari gangguan belajar. Hal ini berasal dari proses input informasi yang berbeda dari anak normal. Penelitian terkini menunjukkan adanya perbedaan anatomi otak antara anak disleksia dengan anak normal, yakni di bagian temporal-parietal-oksipital (otak bagian samping dan belakang). Anak disleksia tidak hanya kesulitan membaca, dia juga sukar mengeja, menulis, dan aspek bahasa lain.

Anak dengan disklesia bisa dikenali dengan mengenali masalah yang mereka alami, sebagai berikut.

1. Masalah fonologi

                Hubungan sistematik antara huruf dan bunyi. Misalnya, sulit membedakan “palu” dan “paku”, atau keliru memahami kata-kata dengan bunyi yang hampir sama, seperti “lima puluh” dan “lima belas”. Kesulitan ini tidak berkaitan dengan pendengaran.

2. Masalah mengingat perkataan

                Kebanyakan anak disleksia memiliki tingkat kecerdasan normal–bahkan banyak yang di atas normal–namun mereka kesulita mengingat kata-kata. Ketimbang menyebut nama, mereka biasanya menyebut “temanku di sekolah”, “temanku yang laki-laki itu”, dan lainnya.

3. Masalah penyusunan yang sistematis atau sekuensial

                Anak disleksia biasanya mengalami kesukaran menyebut suatu urutan. Misalnya, urutan nama bulan, susunan aktivitas harian. Kadang mereka juga kesulitan dengan perhitungan sederhana, seperti apakah uang yang dipegang cukup untuk membeli kue.

4. Masalah ingatan jangka pendek

                Anak disleksia kesulitan memahami instruksi panjang. Misalnya, perintah ibu untuk “Simpan tas di kamarmu di lantai atas, ganti baju, cuci kaki dan tangan, lalu turun lagi untuk makan siang sama ibu, tapi jangan lupa bawa buku PR matematika, ya.”

5. Masalah memahami tata bahasa

                Hal ini biasa ditemui pada anak disleksia yang bilingual dengan susunan bahasa berbeda, seperti bahasa Indonesia dan Inggris. Misalnya, tertukar-tukar dalam menyebut tas biru (diterangkan-menerangkan) dan blue bag (menerangkan-diterangkan).

Di samping masalah-masalah tersebut, anak dengan disleksia juga dapat dikenali dengan tanda-tanda berikut:

– Kesulitan mengenali huruf dan mengejanya.

– Kesulitan mengerjakan pekerjaan tertulis secara terstruktur, misalnya menulis essay.

– Tertukar antara huruf yang mirip, seperti “b” dan “d”, “p” dan “q”, “m” dan “w”, “s” dan “z”.

– Tidak membaca dengan tepat, misalnya menghilangkan awalan dan kata penghubung.

– Tulisan tangan buruk.

– Kesulitan membedakan kanan dan kiri.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, disleksia bukanlah kondisi yang bisa diatasi lewat terapi atau pengobatan. Anak dengan disleksia akan membawa masalah tersebut seumur hidupnya. “Kesembuhan” anak dari disleksia disebutkan individu itu berhasil menemukan cara mengatasi masalah dirinya.

Hal yang perlu diperhatikan adalah memberi perhatian khusus bagi anak dengan disleksia. Berikut beberapa tips yang bisa dijalani:

– Orang tua perlu menjalin komunikasi khusus dengan guru dan sekolah.

– Guru bisa menempatkan anak dengan disleksia di bangku paling depan, sehingga bisa melihat apakah instruksinya dijalankan dengan benar. Misalnya, memastikan anak membuka halaman 15 sesuai arahan, bukannya halaman 50.

– Beri toleransi, misalnya saat terlambat menyalin soal di papan tulis, guru memberikan soal dalam bentuk tertulis di kertas.

– Memberikan kesempatan menggunakan pendekatan berbeda. Kebanyakan anak dengan disleksia biasanya memiliki cara lain untuk menyelesaikan soal matematika.

– Perhatikan emosi anak. Anak dengan disleksia biasa menjadi sensitif, terutama jika merasa berbeda dibanding teman-temannya. Terlebih saat mendapati prestasi akademiknya turun, sehingga menjadi tidak percaya diri. Jangan sekali-kali membandingan dia dengan teman dan saudaranya. Perlu dukungan orang tua dan guru untuk meningkatkan motivasinya.

Referensi: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/mengenal-disleksia, https://indigrow.wordpress.com/2010/10/29/disleksia-si-pintar-yang-sulit-membaca/

Read More
pemeriksaan kesehatan remaja

Pemeriksaan Kesehatan Mandiri untuk Remaja Pria

Kanker testis adalah kanker yang berkembang di testis, bagian dari organ reproduksi pria. Meski jenis kanker ini tergolong jarang–di Indonesia hanya 15 ribu kasus per tahun–, Ikatan Dokter Anak Indonesia menyatakan kejadiannya terus meningkat dalam dekade terakhir.

Risiko terkena kanker testis meningkat pada orang yang testisnya tidak turun ke kantong zakar atau skrotum (kriptokrismu), keturunan penderita kanker testis, terpapar radiasi saat dalam kandungan, dan pernah terkena peradangan akibat gondongan.

Penyakit ini ditandai dengan benjolan di testis atau memar dan rasa sakit di skrotum. Gejala lain bisa berupa benjolan tanpa rasa sakit. Itu bisa menjadi penanda tumor masih sebesar kacang polong. Namun, bisa tumbuh jauh lebih besar. Jika tidak diobati, lama kelamaan akan timbul rasa sakit pada skrotum. Satu testis akan terasa lebih berat dan menjadi lebih besar dibanding lainnya.

Kanker testis umumnya ditemukan pada laki-laki dengan rentang usia 25-34 tahun. Meskipun angka kematian meningkat, seiring bertambahnya angka insiden, angka kesembuhan juga meningkat secara signifikan secara dampak membaiknya teknik diagnosis–seperti pemeriksaan tumor–, tindakan bedah, dan kemoterapi.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, keberhasilan pengobatan juga tergantung tahap kanker saat diagnosis dijalankan. Semakin dini, semakin baik. Maka, pemeriksaan dini sangat penting. Mengingat kanker testis juga ditemukan pada remaja pria, deteksi mandiri bisa dilakukan mulai usia belasan tahun. Berikut caranya:

1. Testis ditampung dengan satu atau dua tangan.

2. Lakukan perabaan dengan gerakan memutar. Bisa dengan ibu jari atau jari lain

3. Secara normal, testis berbentuk oval, kenyal, memiliki permukaan rata, memiliki batas tegas. Ukuran keduanya bisa tidak sama besar.

4. Dalam kondisi normal, perabaan tidak akan menimbulkan rasa sakit. Tidak pula didapati massa lain atau perabaan yang keras.

Jika mendapati perubahan pada testis, segera hubungi dokter. Catat gejala dan waktu terjadinya perubahan-perubahan tersebut untuk dijadikan bahan pemeriksaan oleh dokter.

Read More
berapa lama biduran berlangsung

Berapa Lama Biduran Berlangsung?

Biduran atau kaligata adalah reaksi kulit berupa munculnya bilur-bilur merah yang menyebabkan rasa gatal. Bahasa medisnya, urticaria. Bentol-bentol merah itu memiliki batas yang tegas dan memudar bila ditekan. Ukurannya mulai ujung jari sampai sebesar piring makan.

Penyebab biduran bermacam-macam. Ketika anak mengalami urtikaria, kebanyakan orang tua langsung mengarahkan penyebabnya ke alergi. Anggapan itu tidak selalu benar. Alergi bukan merupakan satu-satunya penyebab kaligata. Biduran juga bisa muncul akibat infeksi bakteri, virus, parasit; faktor fisik, berupa suhu panas atau dingin dan perubahan tekanan udara; penyakit autoimun, dan lainnya.

Meski terlihat mengerikan, kaligata bisa hilang dengan sendirinya setelah paling lama 24 jam. Namun, biduran baru bisa muncul seiring biduran lama menghilang, dan di titik yang berbeda. Dalam kategori akut, rangkaian kaligata tersebut bisa berlangsung sampai enam pekan. Lebih dari enam pekan, disebut kaligata kronik.

Dalam kategori normal, biduran tidak berbahaya. Tidak seperti anggapan orang tua, bahwa anak yang biduran dilarang mandi, anak boleh tetap mandi dengan air biasa selama dalam kondisi kaligata. Untuk mengurangi rasa gatal, anak dapat diberikan bedak, seperti salisil.

Jika rasa gatal tak tertahankan, orang tua bisa mengajak anak ke dokter. Dokter dapat memberikan obat antihistamin sesuai umur dan berat tubuh anak. Kalau frekuensi kemunculan biduran tergolong tinggi, dokter bisa membekali orang tua obat-obatan sebagai pertolongan pertama mengatasi urtikaria.

Biduran masuk kategori berbahaya jika muncul di seluruh badan dengan lesi luas, disertai gejala lain seperti bengka di area mata atau bibir, serta sesak, nyeri perut, dan kehilangan kesadaran. Kaligata dengan gejala seperti itu biasanya muncul sebagai reaksi alergi berat, disebut anafilaksis. Bila tidak ditangani, bisa menyebabkan kematian. Penanganannya bisa dengan pemberian adrenalin, steroid, dan lainnya.

Anak dengan biduran menyeluruh dan terdapat tanda-tanda anafilaksis bisa saja membutuhkan rawat inap untuk memudahkan dokter mengobservasi. Lama perawatan sekitar satu sampai dua hari.

Hal yang orang tua perlu perhatikan jika anaknya kerap mengalami biduran adalah mengetahui penyebabnya. Jika kaligata disebabkan alergi, maka orang tua wajib mengetahui faktor pencetus alergi tersebut dan menghindarinya.

Read More
gelang kalung kesehatan

Fakta tentang Gelang dan Kalung Kesehatan

Tren gelang dan kalung kesehatan muncul silih berganti. Seiring waktu, muncul produk baru, jadi hits karena dipakai selebritas, ditambah pemasaran berantai dan mulut ke mulut yang agresif, meredup, hilang, lalu muncul jenis lain. Begitu terus, mulai dari karet yang dimiliki medan magnet, kalung batu, hingga jam tangan. Harganya mulai ratusan ribu sampai jutaan.

Meski mahal, hampir setiap produk laris di Indonesia. Pemasar dan pengguna meyakini produk mereka memiliki magnet, sehingga disebut terapi magnetik. Magnet status disisipkan di gelang karet, atau dari batu yang diyakini memiliki efek positif bagi tubuh.

Keyakinan bukan barang baru. Langone Medical Center di New York University, Amerika Serikat menyebutkan terapi magnet sudah ada setidaknya sejak dua ribu tahun silam. Magnet statis diklaim mampu mengubah medan bioenergetik yang mengelilingi tubuh dan menarik penyakit keluar. Klaim lain adalah sisipan magent itu dapat meningkatkan aliran darah, sehingga lebih cepat menyembuhkan jaringan rusak. Darah memang mengandung zat besi. Jadi, masuk akal jika disebut dapat ditarik oleh magnet.

Benarkah? Faktanya, besi dalam darah saling berikatan dengan hemoglobin dan tidak bersifat feromagnetik (menarik magnet). Jika darah bersifat feromagnetik, tubuh akan hancur saat menjalani pemeriksaan MRI, karena alat pemindai itu memiliki magnet yang ribuan kali lebih kuat dari aksesori kesehatan tersebut.

Metode terapi lain adalah aksesori yang berbahan kristal atau bebatuan alam. Pemasarnya meyakini bahan-bahan tersebut merupakan medium penyembuhan, dengan menjadi sumber energi positif masuk ke dalam tubuh dan mengeluarkan energi negatif penyebab penyakit. Masing-masing batu diyakini memiliki efek berbeda. Misalnya amethyst atau kecubung untuk kesehatan usus, aventurine hijau untuk jantung, topaz kuning untuk menjernihkan pikiran, dan sebagainya.

Sejumlah penelitian menyatakan terapi magnet maupun bebatuan tidak memiliki efek apa pun. Pada 2006, Profesor Leonard Finegold dari Drexel University, Philadelphia, Amerika Serikat, menyatakan tidak terdapat bukti magnet dan kawan-kawan berdampak positif bagi kesehatan. Kalau pun ada, manfaatnya kecil.

Christopher French dan kawan-kawan dari Goldsmiths College, University of London juga tidak mendapati bukti manfaat dari bebatuan dan kristal bagi kesehatan. Yang, ada hanyalah efek plasebo alias sugesti. Karena berbagai omongan dari pemasar atau teman, pemakai jadi ikut merasa lebih baik.

French membuktikannya dengan percobaan pada 80 responden yang diminta bermeditasi selama lima menit sembari memenang kristal kuarsa. Ada yang asli, ada yang tiruan. Responden tidak diberi tahu soal keaslian kristal. Hasilnya, mereka sama-sama merasakan sensasi hangat di tangan dan mengalami peningkatan stamina. Artinya, sugestilah yang membuat mereka merasakan efek positif.

Read More
manfaat pete

Meski Aromanya Unik, Pete Punya Banyak Manfaat Kesehatan

Petai (Parkia speciosa)–juga dikenal dengan pete dan mlanding–merupakan tumbuhan jenis polong-polongan. Pohonnya tumbuh di hampir semua daerah di belahan barat Indonesia. Biji petai, yang terbalut selaput tebal dalam buah, menjadi andalan di banyak menu kuliner Nusantara. Mulai nasi goreng, lodeh, sambal, sampai sambal goreng hati.

Meski banyak penggemarnya, petai dihindari sebagian orang. Biasanya, mereka yang anti-petai tidak tahan dengan aroma menyengat yang muncul di mulut dan air seni pasca mengkonsumsi petai. Diolah jadi masakan apa pun, baunya tetep sama. Bau tak sedap itu berasal dari kandungan asam amino yang mengandur unsur belerang. Ketika terdegradasi menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu menghasilkan hidrogen sulfida yang sangat bau.

Bagi fans petai, sederet manfaat berikut bisa membuat Anda makin menggemarinya.

1. Mencegah depresi

Petai mengandung triptofan, senyawa protein yang tubuh olah menjadi serotonin. Serotonin dikenal dengan penyeimbang mood alami. Dalam jumlah yang cukup, serotonin membuat orang menjadi lebih rileks, bahagia, dan terhindar dari depresi.

2. Mengatasi tekanan darah tinggi

Petai memiliki kadar potasium yang tinggi tapi rendah garam, sehingga efektif menurunkan tekanan darah. Penelitian yang dilakukan Badan Pangan dan Obat Amerika Serikat (FDA) menunjukkan bahwa petai bisa mencegah stroke.

3. Melancarkan fungsi pencernaan

Karena kandungan serat yang tinggi, petai juga berefek positif pada pencernaan. Serat bisa menormalkan sistem pencernaan dan mempermudah buang air besar. Jadi, sebelum mengonsumsi obat pencahar, ada baiknya Anda makan petai dulu.

4. Mencegah mual pada ibu hamil

Mual pada ibu hamil sebagian besar disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam tubuh. Petai mampu mengontrol kadar gula tubuh sehingga mencegah rasa mual di pagi hari. Petai juga meredakan rasa mual dan ingin muntah karena efeknya yang seperti antasid.

5. Meredakan gatal bekas gigitan nyamuk

Banyak orang menggosokkan petai ke bagian tubuh yang gatal akibat gigitan nyamuk dan merasakan manfaatnya. Hal ini tidak terlepas dari kandungan trithiolane dan hexathionine yang memiliki kemampuan antibakteri.

6. Membuatmu jadi lebih awet muda

Petai bisa membantu regerasi sel kulit. Bahkan, ekstrak petai digunakan sebagai bahan kosmetik di Jepang.

7. Membantu mengatasi Pre Menstrual Syndrome (PMS)

Kandungan vitamin B6 pada petai bisa menyeimbangkan kadar gula dalam darah. Kadar gula yang tinggi bisa berpengaruh pada mood seseorang, terutama saat sedang PMS. Hal lain yang membantu meredakan PMS adalah kandungan triptofan dalam petai, yang diolah tubuh menjadi serotonin alias pendongkrak mood.

8. Membantu berhenti merokok

Ini merupakan khasiat pete yang jarang orang sadari. Vitamin B6 dan B12, potasium, dan zat besi pada petai bisa membantu seseorang ‘sembuh’ dari kebiasaan merokok. Sebab, kandungan-kandungan tersebut mereduksi kecanduan tubuh akan nikotin.

Namun, perlu dipahami, sejumlah khasiat positif tersebut belum tentu dapat dicapai hanya dengan mengkonsumsi petai. Sebab, asupan kita mungkin tidak mencukupi jumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk mencapai delapan manfaat tersebut. Misalnya, untuk mencegah darah tinggi, jelas petai saja tidak cukup kalau tidak disertai diet sehat, manajemen stres, dan berolahraga secara teratur.

Read More