laki-laki depresi

Apakah Laki-laki Bisa Juga Merasakan Depresi?

Laki-laki sering menganggap diri mereka kuat dan menjadi seorang penyelesai masalah. Tetapi, untuk masalah mental dan emosional, laki-laki harusnya mencoba untuk berhenti menahan atau menyembunyikan perasaan. Kesehatan mental kita sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Waktu yang tepat untuk konsultasi ke terapis

Depresi adalah alasan paling umum mengapa laki-laki harus mencari bantuan profesional. Beberapa situasi seperti pekerjaan, hubungan dengan pasangan, bisa memicu gejala khas depresi, seperti kekurangan energi, stres dan sedih berkepanjangan. Untuk laki-laki dewasa, hal ini bisa pula membawa kecemasan finansial, tentang pensiun, kematian pasangan atau teman, atau bahkan kehilangan kebebasan. Seringkali, beberapa perasaan yang sudah disebutkan tadi bisa saja menimbulkan masalah kesehatan lainnya, seperti penyusutan berat badan secara cepat, insomnia, atau perubahan ingatan. Beberapa hal tersebut bisa mengacu pada perilaku yang buruk seperti alkoholik, atau ketergantungan opioid (jenis obat-obatan penghilang rasa sakit).

Ketika laki-laki menyadari perubahan yang terjadi, mereka mungkin tidak tahu penyebab utamanya, mereka juga biasanya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Disinilah peran terapis dibutuhkan untuk membantu mereka dan bisa berperan menjadi pendengar. Terapis bisa mengindentifikasi sumber permasalahan Anda dan membantu memberikan bantuan untuk mengatasinya.

Bagaimana menemukan terapis yang sesuai dengan kondisi?

Pertama-tama bicarakan kepada dokter tentang situasi yang Anda alami dan rasakan gejala yang terjadi. Setelah itu, Anda akan direferensikan kepada pihak-pihak yang bisa membantu. Anda.

Terdapat beberapa jenis ahli yang menawarkan beberapa terapi yang sesuai dengan bidangnya. Semua sesi terapi lewat pendekatan personal yang dilakukan didasarkan pada pelatihan dan pengalaman. Beberapa jenis ahli tersebut diantaranya:

  • Psikiater: Dokter dengan gelar kesehatan yang bisa meresepkan obat. Mereka biasa membantu terkait masalah yang parah seperti  depresi berat, kepribadian ganda atau schizophrenia.
  • Psikolog: Seorang ahli yang memiliki gelar PhD atau PsyD di bidang psikologi. Mereka bisa menangani masalah emosional dan psikologis, seperti depresi, kecemasan, dan penyalahgunaan obat, tetapi kebanyakan psikolog tidak bisa memberikan resep pengobatan.
  • Licensed Professional Counselor atau konselor berlisensi profesional. Mereka harus memiliki gelar master dan juga 2,000 jam pengalaman psikoterapi dalam pengawasan. Tipe profesional ini fokus pada permasalahan kehidupan sehari-hari seperti stres, rasa cemas, konflik dalam berhubungan, atau depresi ringan.
  • Clinician Nurse Specialist atau spesialis perawat klinisSeperti psikiater, mereka bisa meresepkan obat. Tipe profesional ini bekerja baik secara independen atau kolaborasi dengan pengawasan dokter.
  • Pekerja Sosial yang Berlisensi/Pekerja Sosial Berlisensi Klinis/Pekerja Sosial Independen Berlisensi Klinis. Mereka mengawasi dan menangani masalah orang-orang mengenai penyalahgunaan obat dan penyakit mental. Dengan menyediakan terapi grup dan rehabilitasi sosial.

Apa yang diharapkan?

Terapis Anda seharusnya membantu dalam melakukan penanganan dan strategi penyelesaian masalah Anda. Hal ini termasuk menggabungkan terapi selama sesi reguler dengan terapi di rumah, diluar jadwal kunjungan. Frekuensi kunjungan ditentukan dari bagaimana Anda merespon terapi yang dilakukan. Setelah melakukan kunjungan awal, Anda akan kembali secara berkala untuk mencegah kembalinya gejala di masa depan.

Jangan menyerah kalau Anda merasa tidak nyaman dalam pertemuan pertama atau jika tidak cocok dengan terapis yang Anda temui. Jangan berkecil hati sampai menemukan terapis yang cocok dan bisa membimbing Anda.

Read More
pemeriksaan kesehatan remaja

Pemeriksaan Kesehatan Mandiri untuk Remaja Pria

Kanker testis adalah kanker yang berkembang di testis, bagian dari organ reproduksi pria. Meski jenis kanker ini tergolong jarang–di Indonesia hanya 15 ribu kasus per tahun–, Ikatan Dokter Anak Indonesia menyatakan kejadiannya terus meningkat dalam dekade terakhir.

Risiko terkena kanker testis meningkat pada orang yang testisnya tidak turun ke kantong zakar atau skrotum (kriptokrismu), keturunan penderita kanker testis, terpapar radiasi saat dalam kandungan, dan pernah terkena peradangan akibat gondongan.

Penyakit ini ditandai dengan benjolan di testis atau memar dan rasa sakit di skrotum. Gejala lain bisa berupa benjolan tanpa rasa sakit. Itu bisa menjadi penanda tumor masih sebesar kacang polong. Namun, bisa tumbuh jauh lebih besar. Jika tidak diobati, lama kelamaan akan timbul rasa sakit pada skrotum. Satu testis akan terasa lebih berat dan menjadi lebih besar dibanding lainnya.

Kanker testis umumnya ditemukan pada laki-laki dengan rentang usia 25-34 tahun. Meskipun angka kematian meningkat, seiring bertambahnya angka insiden, angka kesembuhan juga meningkat secara signifikan secara dampak membaiknya teknik diagnosis–seperti pemeriksaan tumor–, tindakan bedah, dan kemoterapi.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, keberhasilan pengobatan juga tergantung tahap kanker saat diagnosis dijalankan. Semakin dini, semakin baik. Maka, pemeriksaan dini sangat penting. Mengingat kanker testis juga ditemukan pada remaja pria, deteksi mandiri bisa dilakukan mulai usia belasan tahun. Berikut caranya:

1. Testis ditampung dengan satu atau dua tangan.

2. Lakukan perabaan dengan gerakan memutar. Bisa dengan ibu jari atau jari lain

3. Secara normal, testis berbentuk oval, kenyal, memiliki permukaan rata, memiliki batas tegas. Ukuran keduanya bisa tidak sama besar.

4. Dalam kondisi normal, perabaan tidak akan menimbulkan rasa sakit. Tidak pula didapati massa lain atau perabaan yang keras.

Jika mendapati perubahan pada testis, segera hubungi dokter. Catat gejala dan waktu terjadinya perubahan-perubahan tersebut untuk dijadikan bahan pemeriksaan oleh dokter.

Read More