Bahan Aman yang Direkomendasikan untuk Obat Pilek Bayi

Pilek pada bayi atau yang dalam istilah medis dikenal dengan common cold adalah masalah kesehatan yang umum ditemui. Namun, kekhawatiran orangtua akan kondisi bayi kadang membuat mereka gegabah dalam memberikan obat pilek bayi.

Padahal, common cold bukanlah penyakit yang asing pada bayi karena sistem imun mereka memang belum sempurna. Para ahli kesehatan menyatakan bayi masih dikatakan normal jika mengalami tujuh kali batuk-pilek di tahun pertama kelahirannya.

Sebetulnya, batuk pilek pada bayi akan sembuh sendiri tanpa konsumsi obat pilek bayi. Lagi pula, common cold pada bayi juga tidak mempan diobati dengan antibiotik. Antibiotik hanya dapat membunuh penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, sedangkan pilek-batuk terjadi karena serangan virus.

Jika terpaksa dan benar-benar dibutuhkan, bisa saja Anda mendatangi dokter untuk mengatasi masalah pilek pada bayi Anda. Namun, sebenarnya ada beberapa bahan alami yang aman dan dipercaya efektif meredakan gejalanya. Adapun bahan-bahan tersebut mudah sekali dijumpai, di antaranya adalah:

  1. Air Susu Ibu (ASI)

ASI merupakan makanan sekaligus minuman pokok bagi bayi usia di bawah 6 bulan. Sebenarnya bayi tidak memerlukan obat-obatan kimia, karena ASI sudah mengandung antibodi. Antibodi ini yang sanggup melawan mikroorganisme seperti virus dan bakteri yang menyerang kekebalan tubuhnya. Dengan memberikan ASI maka asupan cairan dalam tubuh bayi akan terus terjaga, memberikan keseimbangan tubuh dan mencegah dehidrasi.

  • Larutan Salin (Garam Fisiologis)

Larutan salin berguna untuk mengeluarkan lendir yang telah mengering di hidung bayi. Caranya adalah dengan meneteskan larutan salin tersebut ke dalam rongga hidung bayi dengan bantuan pipet. Namun, Anda harus hati-hati saat melakukannya. Biasanya bayi akan refleks menggerakkan kepalanya, jaga posisi kepala bayi agar larutan salin tidak keluar lagi. Isap kembali larutan salin yang telah mencairkan lendir kering dengan bantuan pipet tadi. Larutan salin bisa Anda dapatkan di apotek terdekat. Mintalah petunjuk dokter mengenai cara dan dosis pemakaiannya.

  • Madu

Madu dapat membantu bayi tidur dengan nyenyak saat batuk pilek menyerang. Kandungan anti-bakteri dan anti-oksidan akan meningkatkan kekebalan dan daya tahan tubuh. Selain itu madu juga bisa meredakan batuk, radang tenggorokan, membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Namun harus diingat, madu hanya boleh diberikan pada bayi berusia 1 tahun ke atas. Rasa manis pada madu sangat disukai, sehingga tidak akan sulit memberikannya. Pilihlah madu alami yang memiliki warna yang gelap, karena mengandung anti-oksidan yang tinggi.

  • Bawang Putih

Bawang putih dapat dijadikan obat pilek bayi alami lantaran ia bersifat dekongestan. Dekongestan adalah obat yang dapat membantu mengurangi radang dan produksi lendir berlebih. Caranya sangat mudah, iris beberapa siung bawang putih, letakkan di piring dan dekatkan di sekitar tempat tidur bayi. Aroma bawang putih yang tajam mungkin bukan aroma terbaik, tapi kandungan sulfur dalam bawang putih akan menarik keluar lendir dari rongga hidung dan akan melegakan hidung yang tersumbat

  • Jeruk Nipis

Untuk bayi yang sudah berusia 7 bulan ke atas, Anda dapat membuat obat alami untuk meredakan gejala yang dialami bayi dengan jeruk nipis. Vitamin C dalam jeruk nipis akan meningkatkan produksi sel darah putih dan sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus dan kuman penyakit penyebab pilek pada bayi. Sebelum diberikan pada bayi, kukus sebentar jeruk nipis, sekitar 10 menit. Campurkan dengan madu untuk mengurangi rasa asam dan membantu melegakan tenggorokannya..

  • Lemon

Kandungan vitamin C dosis tinggi pada lemon akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi gejala batuk pilek pada bayi. Anti-bakteri dan anti-inflamasi akan mengurangi gejala radang tenggorokan, batuk, dan menurunkan produksi lendir di hidung. Cara penggunaannya sama seperti jeruk nipis, yaitu dengan mengukus atau menyampurkannya dengan air mendidih. Tambahkan madu jika bayi sudah berusia 1 tahun ke atas.

Selain obat alternatif untuk mengatasi batu pilek pada bayi seperti tersebut di atas, sebaiknya Ibu melakukan hal-hal berikut ini:

  • Menggunakan humidifier

Humidifier adalah alat pelembab udara. Udara yang lembab membantu melegakan rongga hidung yang tersumbat dan memberi kenyamanan bernapas. Humidifier bisa dibuat sendiri dengan cara membuat air mendidih yqng ditaruh di kamar atau di kamar mandi dengan pintu tertutup rapat. Uap air mendidih akan segera memenuhi ruangan, biarkan bayi menghirup udara yang bercampur dengan uap air mendidih tadi. Sistem ini seperti yang digunakan pada ruang sauna atau spa bayi.

  • Angkat kepala bayi agak tinggi atau tambahkan bantalnya saat tidur. Ini berguna untuk membantunya bernapas dengan nyaman dan memudahkan keluarnya lendir dari rongga hidungnya;
  • Jauhkan bayi dari hewan peliharaan, terutama hewan berbulu panjang;
  • Pindahkan mainan yang menyerap debu lebih banyak seperti boneka, jauhkan dari dekat tempat tidur bayi;
  • Perhatikan baju yang dikenakan bayi, baju dan celana panjang merupakan pilihan terbaik untuk menghangatkan tubuhnya;
  • Jagalah kebersihan di seluruh rumah, terutama kamar tidur dan tempat tidur bayi;
  • Cuci tangan sebelum menyentuh tubuh bayi ibu.

***

Sebenarnya, prinsip mengobati, meredakan, atau mencegah pilek—dengan segala gejalanya—pada bayi adalah dengan menjaga kualitas dan kualitas pola istirahat. Nutrisi dan cairan yang diperoleh anak Anda juga memiliki pengaruh yang besar. Oleh karenanya, upayakan untuk selalu menjaga dua hal itu agar keseimbangan dan kekebalan bayi dapat tetap terjaga sehingga bakteri atau virus penyebab masalah kesehatan pada bayi dapat teratasi.

Read More

Ragam Makanan yang Dapat Meningkatkan Fungsi Tulang Paha

Tulang paha menjadi salah satu tulang paling vital dalam keberlangsungan hidup manusia. Fungsi tulang paha amat penting bagi mobilitas seorang manusia. Sebab, tulang paha-lah yang menjadikan kita dapat berdiri, berjalan, berlari, hingga melakukan beragam aktivitas.

Meski tulang paha memiliki label sebagai tulang terkuat, bukan berarti ia menjadi “tahan banting”. Ada beberapa kondisi yang dapat menjadikan tulang paha kehilangan fungsinya. Oleh karena itu amat penting untuk selalu menjaga serta meningkatkan fungsi tulang paha.

Ada beragam cara untuk menjaga dan meningkatkan fungsi tulang, salah satu di antaranya adalah dengan asupan makanan. Nah, makanan atau bahan konsumsi apa yang amat baik untuk itu? Berikut di antaranya:

  1. Yogurt

Yogurt merupakan hasil fermentasi bakteri. Yogurt merupakan salah satu memiliki kandungan gizi cukup baik dalam membantu proses penyembuhan tulang. Yogurt mengandung kurang lebih 120mg kalsium, yang seperti kita ketahui bersama bahwa kalsium adalah “makanan utama” bagi tulang. Salah satu manfaat kalsium adalah membantu penyembuhan patah tulang.

  • Susu

Setiap 100gr susu sapi mengandung kurang lebih kalsium sebesar 125mg. Kandungan asam amino di dalam susu sapi sangat penting untuk digunakan dalam pertumbuhan tulang, termasuk tulang paha.

  • Keju

Keju merupakan salah satu makanan untuk patah tulang paha. Kandungan yang dimiliki keju dalam setiap 100gr kurang lebih mengandung 777 miligram kalsium.

  • Kacang-Kacangan

Kacang-kacangan seperti kacang merah dan kacang hijau mengandung banyak zat gizi, terutama sebagai sumber protein nabati. Protein adalah bahan dasar pembentukan tulang dan otot. Di samping itu, semangkuk kacang-kacangan tersebut kaya akan mineral, seperti kalsium, vitamin B, dan vitamin C.

  • Buah dan Sayuran

Manfaat dari buah dan sayuran memang tak perlu diragukan lagi. Banyak sekali vitamin dan zat gizi lainnya yang tekandung di buah dan sayuran.

Bayam, misalnya, bisa menjadi sumber vitamin dan mineral yang baik. Satu mangkuk  bayam matang mengandung sekitar 25 persen dari kebutuhan kalsium harian. Ditambah lagi dengan kandungan serat, zat besi, dan vitamin A yang juga terdapat di bayam.

Untuk buah, salah satu yang paling disarankan adalah jeruk. Satu buah sitrus ini mengandung vitamin C hingga 95 miligram. Jumlah yang dibutuhkan tubuh untuk seharian penuh. Vitamin C sendiri berguna dalam membantu pembentukan dan pemeliharaan jaringan kolagen yang berperan pada kesehatan sendi.

  • Salmon

Makanan yang baik untuk menjaga dan menaikkan fungsi tulang paha selanjutnya adalah ikan-ikanan. Ikan salmon menjadi satu yang paling baik. Ikan salmon mengandung banyak vitamin D yang juga baik dalam peningkatan kesehatan tulang. Bagi Anda yang tengah dalam tahap penyembuhan pasca-patah tulang, salmon adalah makanan yang tepat untuk mengembalikan fungsi tulang tersebut.

  • Kuning Telur

Makanan untuk patah tulang paha selanjutnya adalah kuning telur. Kuning telur sangat memiliki manfaat dalam penyembuhan patah tulang. Dengan nutrisi zinc yang ada di dalamnya, berfungsi membantu memperbaiki tulang yang retak ataupun patah.

  • Makanan yang Kaya Akan Magnesium

Magnesium memiliki banyak fungsi bagi tubuh, dan salah satunya adalah untuk membuat tulang tetap kuat (50% dari tubuh magnesium ditemukan dalam tulang). Memakan berbagai makanan dapat membantu untuk menjamin magnesium masuk ke tubuh secara cukup. Wanita diatas 30 tahun harus memenuhi sekitar 320mg magnesium setiap hari, sedangkan pria sekitar 400-420mg. Jumlah tersebut mudah didapatkan dengan mengkonsumsi, kacang-kacangan seperti almond, kacang kedelai, gandum, dan sayuran yang berwarna gelap seperti bayam.

  • Makanan yang Banyak Mengandung Vitamin K

Vitamin K berperan banyak dalam berbagai fungsi tubuh, tetapi penelitian ilmiah telah menghubungkan nutrisi penting ini dengan kesehatan tulang. Studi yang berlangsung saat ini mengindikasi bahwa vitamin K dapat mencegah penyerapan kembali dan masuknya makanan secara cukup, dimana hal ini penting untuk mencegah kerapuhan tulang. Vitamin K dapat diperoleh dengan banyak mengkonsumsi sayur-sayuran hijau.

***

Jika melihat betapa penting dan banyaknya fungsi tulang paha, menjaganya tetap sehat dan kuat adalah satu keharusan. Oleh karenanya, beragam makanan yang dapat menjaga dan meningkatkan fungsi tulang paha ini patutlah menjadi perhatian Anda. Jangan biarkan tulang utama di bagian kaki Anda ini kehilangan fungsinya.

Read More

Cara Mencegah Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi paru-paru. Penyakit pneumonia tidak menular, tetapi sering disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atas di hidung dan tenggorokan, yang mungkin menular kepada Anda. Setiap tahunnya, sekitar lebih dari 250.000 orang harus menjalankan perawatan di rumah sakit karena pneumonia.

Pneumonia dapat terjadi pada siapa saja, individu dengan usia berapapun. Namun, bayi di bawah usia 2 tahun dan orang dewasa usia di atas 65 berisiko lebih tinggi untuk terkena pneumonia. Faktor risiko lain termasuk:

  • Tinggal di rumah sakit atau lingkungan yang dilembagakan menggunakan ventilator
  • Sering dirawat di rumah sakit
  • Sistem kekebalan tubuh Anda yang melemah
  • Penyakit paru-paru progresif, seperti COPD
  • Asma
  • Penyakit jantung
  • Merokok

Orang-orang lain yang berisiko untuk pneumonia aspirasi termasuk Anda yang:

  • Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan atau narkoba
  • Memiliki masalah medis yang mempengaruhi refleks muntah Anda, seperti cedera otak atau kesulitan menelan
  • Sedang dalam pemulihan dari prosedur bedah yang membutuhkan anestesi

Pneumonia aspirasi adalah jenis khusus infeksi paru-paru yang disebabkan oleh air liur, makanan, cairan, atau muntah yang tidak sengaja masuk ke paru-paru Anda dan tidak menular.

Bisakah Pneumonia Dicegah?

Iya. Anda dapat mengurangi risiko terkena pneumonia dengan mengikuti beberapa langkah sederhana. Dengan cara:

  1. Mendapatkan Vaksinasi

Dapatkan vaksin flu setiap tahun untuk mencegah Anda terkena penyakit influenza musiman. Flu adalah penyebab umum pneumonia, sehingga mencegah flu adalah salah satu cara yang baik untuk mencegah pneumonia.

Anak-anak yang lebih kecil dari 2 tahun dan orang dewasa usia 65 tahun dan lebih tua harus mendapatkan vaksinasi terhadap pneumonia pneumokokus, bentuk umum dari pneumonia bakteri. Vaksin pneumokokus juga direkomendasikan untuk semua anak dan orang dewasa yang berisiko tinggi terkena penyakit pneumokokus karena kondisi kesehatan lainnya. Ada dua jenis vaksin pneumokokus. Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan atau dokter Anda untuk mengetahui apakah salah satunya tepat untuk Anda.

Ada beberapa vaksin lain yang dapat mencegah infeksi oleh bakteri dan virus yang dapat menyebabkan pneumonia, termasuk pertusis (batuk rejan), cacar air dan campak. Silahkan bicarakan dengan dokter Anda mengenai vaksin yang sesuai untuk Anda.

Vaksin pneumonia sendiri memiliki beberapa efek samping, termasuk:

  • Kemerahan atau bengkak di tempat suntikan
  • Nyeri otot
  • Demam
  • Panas dingin
  1. Melindungi Kesehatan Anda dengan Mempraktekkan Cara Hidup Sehat

Cobalah untuk menjauh dari orang sakit. Jika Anda sakit, menjauhlah dari orang lain sebanyak mungkin agar tidak membuat mereka sakit. Anda juga dapat membantu mencegah pneumonia dengan:

  • Cuci tangan Anda secara teratur

Sering-seringlah mencuci tangan Anda, terutama setelah Anda bersin, pergi ke kamar mandi, mengganti popok, dan sebelum makan atau menyiapkan makanan.

  • Membersihkan permukaan yang banyak disentuh
  • Batuk atau bersin ke jaringan atau ke siku atau lengan Anda
  • Membatasi kontak dengan asap rokok atau berhenti merokok
  • Mengelola kondisi medis yang Anda miliki (seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung)

Jika Anda sudah terserang flu dan khawatir akan menjadi radang paru-paru, bicarakan dengan dokter Anda tentang langkah proaktif yang dapat Anda ambil. Kiat lainnya termasuk:

  • Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup saat pulih dari flu atau penyakit lainnya.
  • Minum banyak cairan untuk membantu menghilangkan kemampetan.
  • Gunakan pelembab udara.
  • Minum suplemen, seperti vitamin C dan zinc, untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang cara melindungi diri Anda dari pneumonia dan segera kunjungi Dokter Anda untuk mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Read More